MANFAAT OLAHRAGA RENANG

Berenang adalah salah satu jenis olahraga yang mampu meningkatkan kesehatan seseorang yang jg merupakan olahraga tanpa gaya gravitasi bumi (non weight barring). Berenang terbilang minim risiko cedera fisik karena saat berenang seluruh berat badan ditahan oleh air atau mengapung. Selain itu berenang merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau arthritis. Berenang memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin, manfaat tersebut antara lain :

1. Membentuk otot
Saat berenang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus ‘melawan’ massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.
2. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru
Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki, dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya, berenang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air.
3. Menambah tinggi badan
Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan tentunya).
4. Melatih pernafasan
Sangat dianjurkan bagi orang yg terkena penyakit asma untuk berenang karena sistem crdiovaskular dan pernafasan dapat menjadi kuat. Penapasan kita menjadi lebih sehat, lancar, dan bisa pernafasan menjadi lebih panjang.
5. Membakar kalori lebih banyak
Saat berenang, tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar 24% kalori tubuh.
6. Self safety
Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut dll).
7. Menghilangkan stres.
Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah.

Sebelum berenang, ag tubuh tidak ‘kaget’, dianjurkan melakukan gerakan pemanasan untuk mencegah kram otot sekaligus juga berfungsi untuk meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung secara bertahap dan juga lakukan pendinginan setelah selesai berenang agar suhu tubuh dan detak jantung tidak menurun secara drastis dengan cara berenang perlahan-lahan selama 5 menit.

Untuk pemanasan dapat dimulai dengan melakukan gerakan-gerakan ringan, seperti mengayunkan tangan dan kaki atau berjalan-jalan di sekitar kolam renang selama 10-15 menit. Lalu secara bertahap mulailah dengan satu putaran menyeberangi kolam, lalu istirahatlah selama 30 detik beberapa kali dan puncaknya berenang selama 20-40 menit tanpa henti. Setelah beberapa minggu, latihan bisa ditingkatkan. Sebaiknya, berganti-ganti gaya renang supaya semua otot terlatih.

Satu-satunya ‘kekurangan’ dari jenis olahraga ini adalah ternyata kurang menguntungkan bagi kesehatan tulang. Ketiadaan gaya gravitasi bumi saat berenang justru berpengaruh buruk pada massa tulang. Untuk mengatasinya, Anda dapat menyelinginya dengan olahraga lain, seperti joging, berjalan kaki, atau bersepeda.

Agama Konghuchu diakui kembali sebagai “agama resmi” Indonesia ?



Agama Konghuchu diakui kembali sebagai “agama resmi” Indonesia. Bagaimana dengan agama-agama asli Nusantara?

Pada perayaan Tahun baru Imlek Nasional ke 2557, 4 Februari 2006, Presiden Yudhoyono memberikan sambutan dan mengatakan antara lain (transkripsi sambutan Presiden RI, lihat di: http://www.presidensby.info/index.ph…/04/191.html):
“ …Hadirin yang saya muliakan,
Kesempatan yang baik pada sore hari ini, saya ingin menegaskan kembali penyataan saya dalam perayaan Imlek dari tahun yang lalu, mengenai status agama Konghuchu. Seperti yang saya katakan tahun yang lalu, pemerintah mengacu kepada Penetapan Presiden Nomor 1 tahun 1965, yang telah diundangkan oleh Undang-Undang Nomor 5 tahun 1969. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuchu adalah agama-agama yang dipeluk oleh penduduk di Indonesia.Di negeri kita, kita tidak menganut istilah, saya ulangi lagi, kita tidak menganut istilah agama yang diakui atau yang tidak diakui oleh negara. Prinsip yang dianut oleh Undang-Undang Dasar kita adalah, negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing, dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Negara tidak akan pernah mencampuri ajaran sesuatu agama karena masalah itu berada di luar jangkauan tugas dan kewenangan negara. Tugas negara adalah memberikan perlindungan, pelayanan dan membantu pembangunan dan pemeliharaan sarana peribadatan serta mendorong pemeluk agama yang bersangkutan agar menjadi pemeluk agama yang baik …Menteri Agama pada tanggal 24 januari 2006 yang lalu telah menegaskan, bahwa berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 1 tahun 1965, yang kemudian dinyatakan oleh Undang-Undang Nomor 5 tahun 1969, maka Departemen Agama melayani umat Konghuchu sebagai umat penganut agama Konghuchu. Selanjutnya ditegaskan bahwa berkaitan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan yang menyatakan bahwa perkawinan adalah sah, jika dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan menganggap itu maka Departemen Agama memperlakukan para penganut agama Konghuchu yang dipimpin oleh Pendeta Konghuchu adalah sah menurut Undang-Undang Perkawinan. Pencatatan perkawinan bagi para penganut agama Konghuchu dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu dilakukan oleh Kantor Catatan Sipil. Karena itu, saya minta kepada kantor-kantor Catatan Sipil di seluruh tanah air untuk tidak ragu-ragu mencatatkan perkawinan bagi pemeluk agama Konghuchu, sama halnya dengan pencatatan pemeluk agama Kristen, Katolik, Budha, Hindu. Bagi pemeluk agama Islam sebagaimana kita ketahui bersama pencatatan itu dilakukan oleh Kantor Urusan Agama tingkat kecamatan.Sejalan dengan ketentuan pasal 12a Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, ke depan Departemen Agama juga akan memfasilitasi penyediaan guru-guru agama Konghuchu untuk mengajarkan materi pelajaran agama itu kepada murid-murid sekolah yang menganutnya. Dengan kebijakan baru ini, saya berharap tidak ada lagi perasaan di kalangan masyarakat Tionghoa yang menganut agama Konghuchu, bahwa mereka meperoleh perlakuan yang diskriminatif…”
Demikian tutur Presiden Yudhoyono.

Berbagai media memberitakan mengenai penegasan diakuinya kembali agama Konghucu sebagai agama resmi di Indonesia, dan berbagai instansi pemerintahan juga telah melaksanakan kebijakan baru ini.
Kita semua ikut berbahagia, karena kini penganut agama Konghuchu telah dipulihkan kembali hak-haknya sebagaimana tertuang dalam Penetapan Presiden No 1 Tahun 1965 yang diundang-undangkan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1969, yang menetapkan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghuchu merupakan agama resmi penduduk di Indonesia. Selain kembali diakui sebagai agama resmi yang setara dengan 5 agama lain (Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha), juga memperoleh kembali hak agama Konghuchu untuk dicantumkan di dalam KTP dan hak menikah secara agama Konghuchu di Kantor Catatan Sipil. Presiden juga menjanjikan, bahwa anak-anak yang beragama Konghuchu akan mendapat pendidikan agama di sekolah-sekolah sesuai dengan agamanya.
Sebagaimana kita ketahui, agama Konghuchu dikenal sebagai agama dari etnis Tionghoa, dan seperti agama-agama “resmi” lainnya, merupakan agama “pendatang” di bumi Nusantara, karena sebelum agama-agama ini datang, di Nusantara telah berkembang agama-agama asli Nusantara.
Di masa Orde Baru, seluruh aktivitas peribadatan Konghuchu dilarang dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 14/ 1967 tentang Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina.
Presiden Abdurrahman Wahid kemudian mencabut Inpres Suharto itu dengan Keputusan Presiden (Keppres) No. 6/ 2000, dan kini etnis Tionghoa bahkan dapat merayakan kembali Imlek secara bebas dan terbuka.
Hal ini sangat menggembirakan kita, karena kini para penyelenggara negara di Republik Indonesia perlahan-lahan sudah menunjukkan minatnya untuk mulai melaksanakan Pancasila dan UUD, sehubungan dengan masalah kebebasan beragama.
Kini ratusan ribu penganut agama Tao juga sedang menupayakan pengakuannya.
Namun di samping kegembiraan ini, ada ganjalan besar dan kegundahan di hati, sehubungan dengan masih adanya diskriminasi yang dialami oleh banyak agama asli dan aliran kepercayaan di bumi Nusantara.
Apakah benar di negeri ini ada kebebasan beragama seperti yang diucapkan oleh Presiden? Kenyataan di masyarakat tidaklah demikian. Dua jam sebelum sambutan Presiden dalam perayaan Imlek tersebut, pemukiman penganut Ahmadiyah di Lombok Barat dirusak dan dibakar massa. Enam rumah hangus, 17 bangunan lainnya rusak berat. Tak ada tindakan dari aparat negara untuk melindungi warganegara yang berbeda keyakinannya dengan masyarakat di lingkungannya.
Besoknya pada 5 Februari 2006, massa mendemo tempat ibadah agama Sikh, Gudwara, di Kecamatan Karang Tengah, Tangerang. Depag Tangerang bahkan memutuskan, bahwa komunitas Gudwara harus keluar dari Tangerang paling lambat 8 Agustus 2006.
Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui –atau tahu- bahwa sebelum agama-agama “resmi”, Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha, kemudian kini Konghuchu, masuk ke Nusantara, di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli, seperti agama Sunda Wiwitan yang kini tersisa pada etnis Baduy di Kanekes (Banten); agama Sunda Wiwitan aliran Madrais, juga dikenal sebagai agama Cigugur (dan ada beberapa penamaan lain) di Kuningan, Jawa Barat; agama Buhun di Jawa Barat; Kejawen di Jawa Tengah dan Jawa Timur; agama Parmalim, agama asli Batak; agama Kaharingan di Kalimantan; kepercayaan Tonaas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara; Tolottang di Sulawesi Selatan; Wetu Telu di Lombok; Naurus di Pulau Seram di Propinsi Maluku, dll.
Bagi agama-agama “resmi”, agama-agama asli Nusantara tersebut didegradasi sebagai ajaran animisme, penyembah berhala /batu atau hanya sebagai aliran kepercayaan. Penilaian seperti ini terjadi karena sempitnya definisi mengenai apa itu agama, dan karena definisi ini dibuat oleh orang-orang dari agama-agama “resmi” tersebut.
Hingga kini, tak satu pun agama-agama dan kepercayaan asli Nusantara yang diakui di Republik Indonesia sebagai agama dengan hak-hak untuk dicantumkan di KTP, Akta Kelahiran, pencatatan perkawinan di Kantor Catatan Sipil dsb., walaupun tokoh-tokoh agama-agama tersebut telah memperjuangkannya, seperti yang telah dilakukan oleh pemuka agama Parmalim, agama asli etnis Batak.
Ketua Parmalim Toba-Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, Raja Marnakkok Naipospos pada 21 Maret 2005 mengatakan, pengikut Parmalim di Tobasa mencapai 1.500 keluarga atau sekitar 6.000 jiwa. “Untuk mendapatkan akta, biasanya harus menyogok petugas atau mencantumkan salah satu dari lima agama yang diakui,” katanya kepada harian Kompas. Dalam kaitan itu para tokoh Parmalim, telah menemui DPRD Toba-Samosir agar pengikut mereka bisa memperoleh akta catatan sipil.
Hal yang sama dialami oleh penganut agama-agama asli Nusantara lain, seperti agama Sunda Wiwitan, yang juga tidak berhasil memperoleh pengakuan pernikahan menurut agamanya di kantor catatan sipil, sebagaimana sedang diperjuangkan oleh tokoh agama Sunda Wiwitan, Pangeran Djatikusumah.
Di KTP, apabila seseorang digolongkan ke agama-agama “resmi”, maka di kolom agama ditulis: (-), dan pernikahan tak dapat dilakukan di kantor catatan sipil. Jadi apabila seseorang ingin menikah dengan “resmi”, maka dia harus berdusta dan mendaftarkan diri sebagai penganut salah satu agama “resmi.”
Dengan kata lain, kalau seorang warga mau mendapat status “resmi”, maka dia harus munafik, yaitu pura-pura menganut satu agama “resmi”, kalau mempunyai agama (-).

Belimbing Untuk Kecantikan

Belimbing Untuk KecantikanVitamin C dan A dari buah belimbing efektif membantu mengecilkan pori-pori kulit wajah, menyegarkan dan menyejukkan wajah . Kandungan mineralnya membantu mengurangi kelelahan kulit, menjadikan wajah segar berseri.
Caranya :
– cuci bersih buah belimbing
– potong-potong tipis
– tempelkan pada bagian kulit yang banyak mengeluarkan minyak
– diamkan selama kurang lebih 5 menit
– bilas dengan air bersih

Kini Kamu bisa tampil dengan wajah segar dan bebas minyak.

Tribun Seleb
Selasa , 12 Agustus 2008 , 12:05:31 wib
Film “Basahhh” Libatkan Pelajar
Yustina Mamiek Widhartantri

JAKARTA, TRIBUN – Setelah sukses dengan film komedi seks XL Extra Large, rumah produksi Starvision kembali memproduksi karya bertema sama berjudul Basahhh.

Film garapan sutradara Haikal ini melibatkan bintang-bintang remaja yang sedang naik daun, seperti Esa Sigit, Kevin Julio, Irshadi Bagas, Sakutra Ginting, dan Yuki Kato. Film ini mulai tayang di bioskop tanggal 14 Agustus lusa.

Produser Starvision, Chand Parwez, mengutarakan alasannya membuat film itu. “Saya melihat anak saya yang beranjak remaja. Banyak akses untuk dia mencari tahu soal seks. Saya pikir, sudah saatnya ada film atau ilustrasi untuk menyampaikan pesan moral soal seks ke remaja, agar mereka tak cari informasi soal seks ke tempat yang salah,” ujar Parwez di sela peluncuran film Basahhh di Planet Hollywood, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (11/8).

Sebelum memproduksi film itu, Parwez melakukan self censorship terhadap naskah film itu yang dibuat oleh Nucke Rahma. Selama 10 bulan, dia mengutak-atik naskah itu agar tidak vulgar. “Ini film komedi seks, tapi tetap harus dalam koridor agar bisa ditonton keluarga,” ungkapnya, seperti dikutip Warta Kota.

Sementara itu, para pemain dan orangtuanya masing-masing mengaku sempat cemas ketika mendapat tawaran main di film itu. Maklum, semua pemain masih berstatus pelajar. Mereka khawatir film itu bakal kena cekal seperti film-film sejenis.

Meski begitu, orangtua Bagas, mengizinkan putranya yang baru kelas 2 SMP main di film itu.

“Bagas meyakinkan kami, film ini tidak vulgar dan tak ada adegan macam-macam. Bagas memaksa untuk main di film ini karena menurutnya karakternya beda dari biasanya. Kami sebagai orangtua memang mengarahkan dia. Saya pikir, dia berhak menentukan hidupnya,” ucap Ibunya Bagas.

Bagas berperan sebagai Dimas. “Saya belum pernah mendapat peran unik seperti ini. Penampilannya aristokrat, ke mana-mana rapi, dan ngomongnya medok. Cerita film ini pelajaran bagus banget dan penting,” katanya.

Lain halnya dengan Yuki yang pikirannya sempat melanglang buana ketika mendapat tawaran main film Basahhh. “Pas ditawari bingung. Buka-bukaan enggak ya? Mikirnya sudah ke mana-mana. Aku konsultasi sama mama. Hasilnya, film ini oke kok,” ungkapnya.

Dalam film itu diceritakan bahwa Dimas bersahabat dengan Didot (Esa Sigit), Alvin (Kevin Julio), dan Ojan (Sakurta Ginting). Mereka remaja yang memasuki masa puber. Masalahnya, hanya Didot yang belum mimpi basah. (nip)

Ganteng, Kevin Aprilio Digaet d’Masiv

Adhie Ichsan – hotMusic


d\’Masiv (yla/hot)

Jakarta – Setelah mencetak rekor RBT 7,5 juta download lewat album ‘Perubahan’ di 2008 dan ‘Special Edition’ (mini album, 2009), d’Masiv merilis album terbarunya. Kali ini album tersebut diberi tajuk ‘Perjalanan’.

“Album ini perjuangan banget buat kita, prosesnya lama dan menguras energi. Tapi kita cukup puas dengan hasilnya karena ini adalah buah dari kerja keras,” ujar Rian, sang vokalis ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2010).

Dengan total 12 lagu baru plus dua single dari mini-album ‘Special Edition’ lalu, d’Masiv memberikan sentuhan groove dan bluesy. d’Masiv mengaku sangat puas akhirnya bisa merilis album keduanya.

Band jebolan Wanted 2007 itu berkolaborasi dengan Kevin Aprilio di single perdananya ‘Rindu 1/2 Mati’. Sebuah lagu pop dengan low beat yang romantis. Kenapa Kevin yang jadi pilihan?

“Karena Kevin itu ganteng. Itu poin yang utama!,” ujar Rian seraya tertawa. “Kebetulan personel kita nggak ada yang benar-benar pianis, Kevin itu pemain piano yang benar-benar bagus,” tambahnya.

Ganteng, Kevin Aprilio Digaet d’Masiv

Adhie Ichsan – hotMusic


d\’Masiv (yla/hot)

Jakarta – Setelah mencetak rekor RBT 7,5 juta download lewat album ‘Perubahan’ di 2008 dan ‘Special Edition’ (mini album, 2009), d’Masiv merilis album terbarunya. Kali ini album tersebut diberi tajuk ‘Perjalanan’.

“Album ini perjuangan banget buat kita, prosesnya lama dan menguras energi. Tapi kita cukup puas dengan hasilnya karena ini adalah buah dari kerja keras,” ujar Rian, sang vokalis ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2010).

Dengan total 12 lagu baru plus dua single dari mini-album ‘Special Edition’ lalu, d’Masiv memberikan sentuhan groove dan bluesy. d’Masiv mengaku sangat puas akhirnya bisa merilis album keduanya.

Band jebolan Wanted 2007 itu berkolaborasi dengan Kevin Aprilio di single perdananya ‘Rindu 1/2 Mati’. Sebuah lagu pop dengan low beat yang romantis. Kenapa Kevin yang jadi pilihan?

“Karena Kevin itu ganteng. Itu poin yang utama!,” ujar Rian seraya tertawa. “Kebetulan personel kita nggak ada yang benar-benar pianis, Kevin itu pemain piano yang benar-benar bagus,” tambahnya.

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA


Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi’i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil’alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah – terutama Belanda – menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi’i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

MUI Pusat Tidak Haramkan ‘Suster Keramas’

Han Kristi – detikMovie

Gambar
Suster Keramas (maxima)

Jakarta – Pemutaran ‘Suster Keramas’ mendapat penolakan dari beberapa MUI di daerah. MUI Pusat pun mendukung pencekalan film yang dibintangi aktris porno asal Jepang Rin Sakuragi itu, tapi tidak sampai mengharamkannya.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua MUI, Amidhan, saat bincang-bincang dengan detikhot, Rabu (6/1/2010). Ia mengatakan MUI Pusat tidak memberikan fatwa haram kepada ‘Suster Keramas’ hingga saat ini.

“Fatwa itu sebagai sebuah bentuk keputusan yang harus berdasarkan undang-undang dan menyangkut agama jadi tidak bisa semudah itu,” ujar Amidhan yang mengaku belum menyaksikan film tersebut.

Saat ini, Amidhan mengungkapkan dirinya baru bisa mengeluarkan pernyataan untuk mendukung penolakan yang dilakukan MUI Sumsel. Ia pun berharap penolakan itu juga mendapat dukungan secara nasional.

Soal pornografi yang ditampilkan ‘Suster Keramas’, Amidhan pun mempertanyakan cara kerja Lembaga Sensor Film. “Film kayak gitu kok bisa dikeluarkan,” ucapnya. (hkm/hkm)

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai “The Silent Killer”.

Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.

Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.

Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.

Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.

Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Lakers Raih Empat Kemenangan Beruntun

Okdwitya Karina Sari – detiksport


Reuters

Jakarta – Tren positif LA Lakers terus berlanjut. Kobe Bryant cs membukukan kemenangan keempat secara beruntun setelah menundukkan Houston Rockets dengan skor 88-79.

Menjamu Rockets di Staples Center, Rabu (6/1/2010) siang WIB, Lakers kembali diperkuat oleh Ron Artest yang absen selama lima pekan akibat mengalami gegar otak.

Secara keseluruhan, Lakers mendominasi permainan. Pasukan dengan jersey warna kuning ini selalu memimpin perolehan angka di semua kuarter.

Di kuarter awal, Lakers langsung menunjukkan penampilan bagus dengan keunggulan 22-15 atas tamunya. Kuarter selanjutnya masih milik Kobe Bryant cs dengan raihan 19 poin tambahan membuat jarak antara kedua tim semakin lebar. Paruh pertama pertandingan pun diakhiri dengan skor 41-33.

Rockets tidak begitu saja menyerah. Gempuran serangan terus dilancarkan ke kubu Lakers di kuarter tiga. Rockets berhasil memangkas jarak menjadi empat angka saja dengan 55-59 masih untuk keunggulan tuan rumah.

Kuarter akhir menjadi kuarter yang paling seru. Lakers yang dikuarter di sebelumnya hanya mengemas 11 poin semakin mengganas. Sebanyak 29 poin berhasil dibukukan sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan 88-79 atas anak-anak Houston.

Penampilan forward Lakers, Lamar Odom yang memukau membuat dirinya dinobatkan sebagai penampil terbaik di timnya. Di pertandingan ini Odom mengemas 17 poin, 19 rebound dan 9 assist.

Sedangkan Carl Landry yang memimpin Rockets mendapatkan penghargaan yang sama. Pemain bernomor punggun 14 ini memimpin Rockets dengan raihan 19 poin, 6 rebound dan 1 assist.

Hasil Pertandingan NBA yang lain:
Orlando Magic 90-97 Indiana Pacers
Washington Wizzards 104-Philadelphia 76ers
Chicago Bulls 108-113 Charlotte Bobcats
Milwaukee Bucks 98-76 New Jersey Nets
Detroit Pistons 93-98 Dallas Maverics
Golden State Wariorrs 122-123 Denver Nuggets
Memphis Grizzlies 109-105 Portland Trail Blazers
Phoenix Suns 113-109 Sacramento Kings

( key / din )

« Older entries